Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Sosial-Budaya’ Category

Fahrur Rozi Syata(kiri) saat menyerahkan Balita ke Orang Tua Angkat

Sebanyak 15 Balita yang selama ini menghuni Panti Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo akhirnya diadopsi oleh Orang tua Asuh. Pelepasan Balita ke Orang Tua ini langsung dilakukan oleh Drs. FAHRUR ROZI SYATA,M.Si, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Fahrur Rozi mengatakan, selama ini tanggung jawab utama PSAB adalah mengatasi masalah sosial terutama anak balita terlantar. Tugasnya antara lain, memberikan perlindungan kepada anak agar tumbuh kembang dan menjaga kelangsungan hidupnya. Sebab, lanjut Rozi, anak yang tumbuh kembang dengan wajar akan menjadi potensi dan bibit sehingga nantinya dapat membantu penyelesaian masalah sosial. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Pola sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, sangat diharapkan bisa menjadi solusi dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial. Skema sinergi tersebut bertujuan untuk pemerataan bantuan sosial yang selama ini masih berjalan sesuai kebijakan masing-masing perusahaan, hal ini tentu menimbulkan masalah baru, sebab bisa saja satu kluster kemiskinan di sebuah kawasan malah surplus (kelebihan) bantuan.
(lebih…)

Read Full Post »

Cover Yin Galema

Masa lalu dari sejarah kita dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga di masa kini sebuah edukasi kemasa depan bahwa Yin Galema adalah sebuah hubungan kasih sayang antar eknis dimana karakter Yin Galema yang merupakan sosok unik yang tidak mungkin dimiliki oleh perempuan masa kini.

Novel Yin Galema adalah sebuah Sejarah Sosial atau lebih tepatnya Sejarah tradisi budaya Belitong pada masa abad ke 17 dimana pengaruh dari berbagai wilayah seputaran Belitong seperti Mataram, Johor, Tumasik Tiongkok ikut membentuk budaya setempat yang akhirnya kita tahu hasilnya sekarang bahawa di Belitong tidak terjadi gejolok antar eknis.
(lebih…)

Read Full Post »

Kyai Munib (kiri) dan Abu Bakar Ba'asyir (kanan)

Dari jutaan masjid dan mushalla di seluruh Indonesia, yang paling unik ternyata ada di pulau garam Madura, tepatnya di Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Di desa itu terdapat seorang kyai kharismatik yang cukup terkenal seantero Madura, Kyai Achmad Munib namanya.

Kiyai berusia 80 tahun ini terkenal gigih mendukung penegakan syariat Islam dan menentang Pancasila sejak Pancasila tersebut dijadikan asas tunggal di Indonesia. Untuk mempertahankan keyakinannya menolak Pancasila, KH Achmad Munib sering berkonsultasi maupun berdebat dengan beberapa kiai di antaranya, Abu Bakar Ba’asyir, Habib Riziq Syihab, dan KH Hasyim Muzadi. (lebih…)

Read Full Post »

Tingginya angka PSK (Pekerja Seks Komersial) asal Jawa Timur yang terjaring razia yang digelar Satpol Kabupaten atau Kotamadya di seluruh Indonesia, merupakan bukti bahwa makalah Ir Tuti Asriharini MSi memiliki kebenaran. Hal ini terungkap dalam acara Pertemuan Berkala Komite Penghapusan Trafiking di kantor Bapemas Jatim Surabaya, seperti dikutip dari Wikimu.

Dalam makalah tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Gender Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Propinsi Jatim ini, mengakui bahwa Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang “mencetak” PSK terbanyak  (bisnis pelacuran) di Indonesia. Tolok ukurnya, jumlah PSK asal Jatim yang terazia petugas Satpol Kabupaten/ Kodya di seluruh Indonesia. Selain itu, masih banyaknya beberapa daerah yang memiliki faktor sosial penyebab terjadinya trafiking itu. (lebih…)

Read Full Post »

Fahrur Rozi

Program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh Dinas Sosial tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Drs. FAHRUR ROZI SYATA,M.Si, usai membuka sarasehan Kepahlawan, Kejuangan dan Keperintisan di Gedung Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Sesuai dengan amanat yang diemban pemerintah melalui UUD 45 pasal 34, lanjut Fahrur Rozi, pengentasan kemiskinan memang selama ini diserahkan melalui beberapa departemen terkait, mulai dari Kesra, Departemen Sosial, Departemen Koperasi dan UKM, Departemen PU hingga Departemen Dalam Negeri. ”Khusus untuk Departemen Sosial, diamanatkan untuk menangani 22 PMKS (penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), Jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, provinsi Jawa Timur memiliki karakteristik yang unik terhadap permasalahan sosial yang dihadapi.” tutur Fahrur Rozi.

Agar tidak terjadi overlapping saat pemberian dana sosial sudah yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait dengan skema topdown, maka Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, lanjut Fahrur, telah melakukan penanganan yang serius terkait persoalan masalah masyarakat miskin ini. Metode yang dilakukan adalah mengukur tingkat kemiskinan berdasarkan kriterianya.

”Penyebab masyarakat miskin bisa terjadi karena banyak faktor, instrumen yang paling terkait adalah persoalan ekonomi. Imbas dari intrumen ini adalah faktor pendidikan, kesehatan, dan pertanian” tutur Fahrur Rozi.

(lebih…)

Read Full Post »

Oleh: Muchamad Yuliyanto

PERUBAHAN mendasar dalam kehidupan media (pers) kita rasakan sejak hadirnya UU Pers No. 40 tahun 1999. Terjadi relasi baru amat berbeda dengan suasana sebelumnya. Ketika itu negara amat perkasa, menentukan peraturan SIT dan SIUPP yang amat ditakuti para pengelola media. Walhasil kehidupan media menjadi sangat monoton. Namun sebaliknya, sejak SIT dan SIUPP dihapuskan dan selanjutnya negara menarik diri dari relasi antara media dengan masyarakat, maka terjadi pergeseran relasi menjadi pola segitiga yakni ; masyarakat, media dan realitas yang terkemas dalam berita.

Ingatan tertuju pada terminologi bahwa pers merupakan lembaga sosial, tempat masyarakat menyatakan atau mengekpresikan beragam pendapatnya.

Pers bukan hanya memenuhi hak memenuhi informasi, tetapi juga hak untuk menyatakan pendapat. Kebebasan pers bisa diartikan sebagai jaminan terhadap hak warga masyarakat untuk memperoleh informasi dan menyampaikan informasi (Ana Nadya Abror, Media Watch April 2002).

Relasi segitiga di atas saat ini justru sering memunculkan persoalan yang berhubungan dengan isi pemberitaan media. Nampak sekali terjadi euforia kebebasan pers di kalangan pengelola media ,sehingga apa pun yang terjadi di tengah masyarakat bisa dikover.

Seperti eksploitasi dunia misteri serta kekerasan di tengah masyarakat. Terdapat indikasi tarik – menarik yang amat kuat antara keinginan masyarakat dengan pengelola media dalam menafsirkan realitas yang terkover dalam pemberitaan. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »