Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2009

Pelaku Industri Sepatu di Jawa Timur mulai terkendala dengan minimnya pasokan bahan baku kulit sapi domestik.Hal tersebut karena kulit sapi domestk justru banyak yang diekspor karena tingginya harga yang ditawarkan dari produsen sepatu luar negeri.

Manajer Indonesia Footwear Service Centre (IFSC) Ali Mas’ud mengatakan, saat ini sebenarnya industri sepatu kembali bergeliat. Namun, begitu industri sepatu sudah menggeliat dan permintaan naik 50%, justru kita kekurangan bahan baku kulit sapi domestik.

“Kekurangan kulit dirasakan terutama untuk sepatu jenis sport. Bahan baku kulit dari sapi Jawa yang berkualitas justru diekspor. Sebab, produsen luar negeri berani membayar mahal. Bahkan, pembayarannya pun dilakukan secara tunai,” ungkap Ali di Surabaya. (lebih…)

Read Full Post »

IPJI - Indosat

SURABAYA – Minat baca dan menulis siswa-siswa sekolah dasar sekarang ini sudah cukup tinggi. Hanya saja, kemampuan siswa dalam menulis masih belum terasah dengan baik. Malah ada siswa yang bisa mengungkapkan apa yang ada di benaknya namun tidak bisa menuangkan dalam bentuk tulisan.

Ironisnya, mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diberikan sejak siswa duduk di bangku SD belum banyak membantu mengasah kemampuan mereka dalam menulis. Padahal ada sub topik mengarang dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Siswa tetap saja mengalami kesulitan dalam membuat karangan. Bahkan sering kali enggan melakukannya ketika mendapat tugas dari guru untuk membuat karangan. Sayangnya, keberadaan guru juga tidak terlalu membantu mendorong keinginan siswa untuk menulis.

“Guru seringkali hanya memberi tugas kepada siswanya untuk mengarang tanpa memberi petunjuk teknik maupun langkah-langkah dalam menulis,” kata salah satu penulis muda di Surabaya, Sofie Beatric, dalam Sosialisasi Program Pelatihan Ekstrakurikuler Jurnalistik untuk Siswa Sekolah Dasar se-Surabaya di Auditorium PT Indosat Tbk, Sabtu (25/7/09). (lebih…)

Read Full Post »

Pemerintah kota (pemkot) di masing-masing daerah sudah saatnya membuat regulasi yang berorientasi pada kemajuaan zaman namun tidak meninggalkan kultur ketimuran. Rudiansyah, ketua Kadin Surabaya mengatakan, perkembangan zaman memang tidak bisa dihindari, tapi sebagai warga masyarakat Indonesia, budaya yang santun dan ramah tetap harus dipertahankan.
“Kita bisa mencontoh perda-perda di kota di Malaysia, disana diberlakukan perda pro perkembangan zaman namun juga pro budaya lokal. Misalnya, lembaga pendidikan yang kurikulumnya boleh mengajarkan beragam ilmu dengan dosen asing, namun untuk pelajaran budaya lokal tetap memiliki kredit point tertinggi. Sehingga,  lulusan siswanya tetap berstandar internasional dengan cultur ketimuran yang kuat,” ungkapnya kepada wartawan disela acara Musyawarah Kota (Muskota) Kadin Surabaya ke 4 di Surabaya 22 Juni 2009 (lebih…)

Read Full Post »

Produksi Susu Nasional Hanya pasok 23% pasar susu Domestik, Industrialisasi Susu Harus Dipercepat.

Produktifitas susu nasional yang masih rendah diduga menjadi salah satu penyebab terombang-ambingnya nasib peternak sapi perah saat ini. Pasalnya, kebutuhan susu dalam negeri masih tergantung dari susu impor. Sehingga produsen susu impor bisa leluasa memainkan harga pasar.
Data Departemen Pertanian menunjukkan produksi susu nasional hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi susu nasional sebesar 23,45% atau sebanyak 2,19 kg per per kapita per tahun. Selebihnya sebanyak 76,55% masih diimpor dari berbagai negara.
Ketua Dewan Persusuan Nasional (DPS) Teguh Boediyana menegaskan, tingginya ketergantungan ini menjadi penyebab nasib peternak sapi perah belum juga membaik. Oleh karenanya, percepatan industrialisasi susu nasional harus segera agar peternak sapi perah Indonesia lepas dari ketergantuan luar negeri, dan juga untuk peningkatan ketahanan susu nasional.

“Saat ini, produksi susu nasional hanya mampu memasok sekitar 20%-23% kebutuhan susu dalam negeri. Sisanya masih harus impor. Inilah yang kemudian menyebabkan nasib peternak sapi perah terombang-ambing,” kata Teguh usai Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXIX Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Tahun buku 2008, di Surabaya, 28 Juni 2009 (lebih…)

Read Full Post »