
Beberapa pekerja memetik daun teh di PTPN XII Kebun Gunung Gambir, Sumber Baru, Jember, Jawa Timur ANTARA/SENO S
Surabaya – PT Perkebunan Nusantara (PTPN XII) mengalokasikan dana Rp 6,5 miliar guna membangun pabrik gula merah tebu dan pabrik pengolahan kayu veneer di Jawa Timur. Hal ini terkait diversifikasi usaha hingga disektor hilir.
Kami akan terus mengembangkan industri hilir sebagai new bisnis PTPN XII, selain terus memacu kinerja aneka perkebunan dan aneka kayu,” ungkap Dirut PTPN XII, Ir Nurhidayat MM seusai rapat kerja kemarin.
Salah satu industri hilir yang dikembangkan tahun ini adalah pabrik gula merah tebu di Kalirejo, Glenmore, Banyuwangi.
Saat ini, PTPN XII pabrik senilai Rp 4 miliar tersebut sedang proses pembangunan. Diharapkan bulan Juni 2010, pabrik berkapasitas 100 ton tebu per hari atau setara 1.100 ton per tahun gula merah tebu tersebut telah operasional.
Menurut Nurhidayat, potensi pasar gula merah masih sangat besar, terutama untuk industri makanan. Dicontohkan, pabrik kecap milik Unilever membutuhkan 300 sampai 500 ton per bulan gula merah. “Sebenarnya kami sudah memproduksi gula merah kelapa, namun sekarang dikembangkan dengan gula merah tebu,” jelasnya.
Direktur Pemasaran, Perencanaan, dan Pengembangan PTPN XII, Sugeng Budi Rahardjo mengatakan tahun lalu gula merah kelapa PTPN XII menghasilkan laba Rp 10 miliar.
Tahun ini diharapkan mampu menghasilkan laba Rp 10,4 miliar. “Kalau kapasitas pabrik gula merah kami 3 ribu ton per tahun sedangkan punya petani mitra PTPN XII 6 ribu ton,” tandasnya.
Sementara pabrik pengolahan kayu veneer yang berlokasi di Mumbulsari Jember, investasinya lebih kecil hanya Rp 2,5 miliar karena bangunannya sudah ada. “Tinggal investasi mesin saja,” imbuh Nurhidayat.
Dikatakan jika selama ini PTPN XII sudah memiliki pelanggan yang menerima kayu log dan kayu gergajian. Dimana kapsitas produksi log mencapai 140 ribu meter kubik (m3) dan kayu gergajian 47 m3 tahun lalu. “Kalau tahun ini log ditargetkan produksi 162 ribu m3 dan kayu gergajian 48 m3,” tukasnya.
Dengan beroperasinya pabrik veneer, nantinya PTPN XII akan menjual kayunya secara kombinasi antara sisa gergajian, log, dan veneer. “Karena sudah ada pelanggannya, tinggal menawarkan saja,” tukasnya.
Seperti dikatahui PTPN XII telah berhasil mengembangkan sejumlah industri hilir, seperti. Air minum dalam kemasan merek Rolas, Rollas Cafe di City of Tomorrow yang mengandalkan kopi Luwak, dan lain-lain. Dengan menguasai lebih dari 56 komoditas tanaman perkebunan, maka diversifikasi produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan revenue perusahaan. (keciq)
Berita Terkait:





bagus sekali. mudahan berjalan sesuai rencana. Bisakah saya mendapat info tentang pendistribusian gula merah tebu tsb. selama ini saya selalu mengumpulkan dari home industri. cukup merepotkan sih. berapa ton jml terendah dan tertinggi yg di ijinkan untuk pembelian gula merah kering? Terima kasih.